Don't Go To The Basement

Don't Go To The Basement

At 5:44:00 a.m. 0


Kau tahu, Mom? Kau tahu, aku ingat sekarang bagaimana semua itu berawal.

Saat itu kita menempati rumah baru kita. Berapa umurku pada saat itu? Empat atau lima tahun, aku rasa. Ya, masih begitu kecil. Begitu polos. Begitu tidak mencurigakan.

Rumah baru kita sangat indah, Mom. Apakah kau ingat aku terbiasa berlari dari satu ruang ke ruang lain? Kita terbiasa saling bercanda dan saling menyanyangi satu sama lain. Aku, kau, Judy, dan Ayah. Kita sangat bahagia saat itu.

Rumah baru kita sangat besar, lebih besar dari rumah sebelumnya. Rumah ini mempunyai 2 lantai. Lantai utama terdiri dari ruang keluarga dan tiga kamar tidur; kamar Judy, kamar kau dan ayah, dan kamarku. Kamarku berada di ujung lorong.

Kau ingat apa yang sering aku beritahu padamu tentang basement? Aku selalu memberitahumu agar tidak pergi ke basement. Tapi kau tidak mendengarku, selalu meremehkan ketakutanku.

Tapi aku ingat. Aku tidak akan pernah melupakannya.

Semua itu berawal ketika aku mencoba melihat-lihat basement rumah kita sendirian. Ketika aku hendak pergi kesana untuk mencari sesuatu, aku melihat sesuatu bergerak. Sesuatu yang hitam dan kecil.
Aku juga pernah melihat sesuatu itu sudut-sudut rumah, disepanjang koridor, di atas lemari TV, diruang laundry, dan dimana-mana. Mereka berpindah dari satu sudut ke sudut lain didalam rumah. Semua itu menyebabkan aku beteriak ketakutan ketika aku melihatnya. Aku mendengar satu waktu Judy berkomentar menertawaiku “Oh, Kelsie ketakutan lagi.”

Aku sangat ketakutan dengan wujud itu, Mom. Dan aku selalu memberitahumu dan yang lainnya agar tidak pergi ke basement. Karna disana adalah tempat dimana makhluk-makhluk
itu bersembunyi. Itu sarang mereka. Aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi bila kita berlama-lama berada disana. Tapi kau hanya menganggapku terlalu berlebihan. Kau malah rajin pergi kesana untuk membersihkan ruang basement dan barang-barang didalamnya. Sebenarnya aku tidak ingin yang lain tahu tentang ketakutanku itu, aku termasuk bagus dalam menyembunyikan itu. Tapi aku menyerah ketika aku sampai dibagian yang bagiku sangat parah.

Tidak lama setelah aku bisa melihat mereka, lalu aku bisa mendengar mereka. Mereka selalu berbisik-bisik seperti mengatakan sesuatu, mengejekku, memindahkan benda-benda dirumah kita, dan keributan kecil lainnya yang sama sekali tak berarti bagimu, Judi, dan ayah. Mungkin sebenarnya kau bisa mendengar dan melihat mereka, tapi kau. Berpura-pura tidak menyadari kalau mereka juga tinggal di rumah kita.

Aku ingat ketika kau menemukan sapu tangan dibawah tempat tidurmu, yang tidak satupun diantara kita mengakui kepemilikan saputangan itu. Kau hanya menertawakannya. Semua menertawakannya. Padahal itu peringatan dari mereka untukmu, Mom. Tapi kau mengejek dan membuat candaan dari itu dengan pura-pura berterimakasih telah diberi hadiah saputangan misterius. Mom, kenapa tak seorang pun dari kau, ayah, atau Judy mendengarkan aku ketika aku menyuruh kalian untuk berhenti menertawakan itu.

Waktu berlalu, aku sudah 8 tahun, suara-suara itu tetap saja terus menerus terjadi dirumah. Kini, aku bisa mendengar setiap kata yang mereka ucapkan. Makhluk-makhluk ini, yang aku sebut 'the Whisperers', berbicara tentang segala hal. Mereka berbicara tentang hal-hal baru yang akan mereka lakukan untuk mengacau dirumah kita, seberapa banyak kita menertawakan mereka maka mereka akan makin sering mengacau kita. Sayangnya, kalian mengabaikan aku untuk berhenti menertawai sesuatu yang aneh dirumah kita ini. Mereka selalu memikirkan bagaimana cara terjahat untuk melukai keluarga yang telah tinggal dirumah mereka, yaitu keluarga kita, Mom. Sebenarnya aku telah belajar dari kau untuk mengabaikan semuanya, Mom. Tapi entah kenapa sangat sulit.

Tapi aku mencoba lebih keras lagi. Aku ingat suatu malam saat aku berbaring ditempat tidurku, aku mendengar suara deritan pintu terbuka. Aku tidak bisa lagi tertidur nyenyak, suara kecil itu bisa membuatku tersentak bangun ditengah malam. Dan 'the Whisperers' tahu aku terbangun, mereka sangat mengetahui cara terbaik untuk menakut-nakutiku.
Suara gaduh itu lalu terdengar di dapur. Untuk membuatku melasa aman, aku menarik selimut menutupi kepalaku. Aku ingin menangis memanggilmu seperti anak kecil, Mom. Tapi aku tidak ingin menyusahkanmu.

Aku mendengar lengkingan dari dapur. Suaranya cukup pelan yang mungkin tidak akan membangunkan seisi rumah kecuali aku. Aku tahu jika kau membaca tulisan ini, Mom, kau akan berhenti meneriakiku untuk berhenti berbuat konyol tentang suara-suara yang menurutmu hanya khayalanku.
Lalu, aku memutuskan untuk melihat apa yang terjadi di dapur. Aku harus mengetahui setan atau iblis apa yang ingin memangsa keluarga kita.

Lorong rumah terasa ngeri dan dingin di malam musim panas yang seharusnya panas. Aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak membuat suara ketika aku melewati lorong menuju ke dapur. Aku sangat takut, dan keringat membasahi baju dan seluruh kulitku.

Mom, aku tidak ingin menakutimu dengan menjelaskan secara detail apa yang ada di dapur, tapi aku akan memberitahumu yang terlihat mencolok disana. Makhluk kecil. Kira-kira dua kaki berdiri didepanku, warnanya hitam dan mempunyai mata berwarna kuning terang. Baunya seperti campuran dari minyak sayur dan aspal jalanan. Dan mengeluarkan suara seperti api yang berderak dan gumaman yang terus menerus. Makhluk itu membuatku takut, Mom. Mereka jelmaan yang menakutkan.

Ketika aku melihatnya, dia melihat kearahku dan membuka mulutnya yang mana tidak terlihat ketika aku melihatnya pertama kali. Mulutnya penuh dengan gigi-gigi tajam seperti silet.

Lalu aku melihat Dino, anjing kita yang malang. Dia terbaring ditengah-tengah dapur, didekat meja besar tempat menaruh bahan-bahan belanjaan. Pisau pemotong daging yang besar, tertancap dirusuknya. Dino melengking satu kali, dia mengejang-ngejang sebelum akhirnya mati dalam kesakitan.

Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kemudian, Mom. Aku tak bisa mengontrol diriku saat itu. Aku menangis. Tidak, aku menjerit ketika air mata jatuh dari mataku. Aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan, Mom. Benar-benar tidak tahu.

Aku mendengar suara mereka lagi, menuju lorong ke kamar-kamar kita. Lalu aku segera menyusul kesana, dan kulihat pintu kamar Judy dan kamarmu terbuka, Mom. Oh, Tuhan. Aku sangat ketakutan. Tanpa berfikir lagi, aku langsung masuk ke kamar Judy.

Judy telah mati, Mom. Aku menemukannya sudah termutilasi, tapi aku tahu kau tidak menginginkan aku untuk menceritakan secara detail tentang mayat Judy.

Aku tidak punya waktu untuk berlarut-larut dalam kesedihan. Aku harus mengecek kau dan ayah. Aneh sekali, lampu di kamar kalian dalam keadaan hidup menerangi apa saja yang ada didalam kamar, jadi aku tidak butuh masuk kedalam untuk melihat ayah terbaring dilantai, dalam kekakuan. Dua pisau mentega tertancap dilehernya, Mom. Aku tidak tahu bagaimana itu terjadi.

Kau tidak dikamar waktu itu. Mengapa kau tidak berada dikamarmu, Mom? Apakah kau mendengar mereka datang? Apakah kau mendengar bunyi langkah mereka?
Apakah kau fikir bahwa berlari ke basement adalah jawaban terbaik?

Tiba-tiba aku tahu, Mom. Aku tahu kau berada dibawah sana, mencoba melarikan diri dari makhluk-makhluk itu. Aku berlari menuruni tangga, berharap bisa memukul 'the Whisperers' untukmu.

Tetapi,Aku mendapatimu diruang keluarga, Mom. Lampunya dimatikan. Aku melihatmu didepan TV. Kau mempunyai luka dalam dikepala dan kakimu. Kau kehilangan banyak darah. Ketika kau melihatku, kau menjerit ketakutan. Kau menjerit sekuat tenaga. Aku tidak mengerti.

Tapi, lalu aku melihat mereka lagi. Makhluk-makhluk itu.

Bunuh dia. Bunuh dia. Bunuh dia. Bunuh dia. Bunuh diam bunuh dia. Bunuh diam.

Mereka terus menerus mengulangi itu ditelingaku, Mom. Mereka memerintahkanku untuk membunuhmu. Mereka memberitahuku bahwa kau harus mati.

Lalu, aku melihat tanganku.
Tanganku telah tertutup oleh darah, Mom. Darah telah menggenangi gaun tidurku dan memenuhi lenganku. Rupanya aku sedang memegang sebuah pisau. Ya, sebuah pisau dari dapur.

Ketika aku menengadah, 'the Whisperers' telah pergi, dan hanya aku dan kamu yang tertinggal.

Aku menghidupkan lampu dan tersenyum kearahmu, menenangkanmu, Mom. Tapi kau menjerit lagi. Lalu, aku menghadap kedepanmu dan mengangkat pisau ditanganku.

Aku sudah memberitahumu jangan pernah pergi ke basement, Mom. Mengapa kau tak pernah mendengarkanku?

-cc-

Pig Lady

Pig Lady

At 10:30:00 p.m. 1


retold and translated by -jason-


Pig lady merupakan sebuah urban legend atau sebuah mitos yang beredar disebuah jalan di new jersey yang konon jalan tersebut dihantui oleh sesosok hantu dari seorang wanita yang nampak terlihat cacat dan tidak normal.

Jalan pig lady di new jersey diceritakan oleh banyak orang dihantui oleh sosok wanita yang bertubuh wanita namun memiliki wajah/kepala seekor babi.

Cerita ini bermula pada awal tahun 1900an, ada seorang pria yang tinggal bersama dengan istrinya yang tinggal disebuah peternakan babi terpencil di hillsborough, new jersey. Sang istri kemudian hamil dan melahirkan seorang bayi yang cacat, konon wajahnya sangat mengerikan. Banyak yang mengatakan bahwa bayi ini sungguh berwajah buruk dan begitu cacatnya sehingga wajahnya menyerupai seekor babi.

Sang ayah tidak sanggup menatap wajahnya, maka kemudian dia memenggal seekor babi dan meletakkan kepala babi tersebut untuk menutupi wajah anaknya dan hal ini justru semakin membuat sang anak menjadi barang olok olokan, menjadi sangat dipermalukan. Ketika bayi perempuan ini tumbuh besar, dia mendapatkan perlakuan kasar dari warga sekitar, dan anak anak lain selalu mengejeknya dengan sangat jahat dan menjulukinya sebagai “pig lady (wanita babi)”. Dan kemudian pada suatu hari dia bersumpah akan membalasdendam kepada siapapun yang telah membuatnya terluka.

Ketika ibunya pada suatu hari dan kemudian meninggal, pig lady kemudian menguburkannya di sebidang tanah di belakang rumah. Setelah itu dia mengambil sebuah kapak dari lumbung dan pergi kerumah untuk membereskan ayahnya. Dia memenggal kepala ayahnya dan menggantinya dengan kepala babi. Dan setelah itu sang pig lady ini menguburkan ayahnya dan bersikap seolah olah tidak ada satupun hal yang telah terjadi.

Seiring bertambahnya usia, sang pig lady tetap hidup terpencil dan hidup layaknya seorang pertapa. Dia tidak ingin melakukan kontak dengan orang lain di kota.

Pada suatu hari dua remaja pria berpapasan dengannya dan melihat wajahnya, mereka mulai menggodanya dan mengejek, memanggilnya “pig lady”. Dan pada malam harinya mereka berdua memasuki properti pribadi sang pig lady dan meletakan kepala babi di depan pintu rumahnya. Mereka berdua dikatakan tidak pernah terlihat sejak saat itu. Beberapa tahun berikutnya, setelah pig lady meninggal dan semua propertinya diambil alih oleh dewan kota, mereka menggali kebun dan disebuah makam yang dangkal, mereka menemukan tulang belulang yang tersisa dari kedua remaja tadi.

Berdasarkan legenda yang muncul, hantu dari pig lady ini masih kerap kali menghantui area tersebut dan banyak orang yang mengaku bahwa hantu tersebut kerapkali menyerang mereka menggunakan kapak.

Mereka mengatakan jika kalian berkendara disepanjang jalan pig lady dan kemudian mengedipkan lampu mobil tiga kali dan kemudian meneriakan namanya, sang pig lady akan muncul. Dia akan mendatangimu dengan membawa sebuah kapak besar dan akan memburumu di area tersebut. Ketika kalian pergi, kemudian kalian akan melihat bekas tanda cakaran dimobil kalian. Dan juga mereka mengatakan jika kalian meninggalkan seseorang sendirian di sepanjang jalan tersebut, ketika kalian kembali untuk menjemputnya beberapa menit kemudian, kalian akan melihat bekas luka cakaran disekujur tubuh mereka.

Pada suatu malam, sekelompok remaja berkendara disepanjang jalan pig lady, dan mereka berniat untuk membuktikan mengenai urban legend tersebut:

“kami semua mengaku bahwa kami sungguh merasa takut dan tidak berani untuk macam macam dengan urban legend tersebut. Namun tidak bagi salah satu teman kami, jenn. Dia menyebut kami sebagai pengecut dan tolol karena telah percaya akan hal semacam itu. Ketika dia pergi keluar dari dalam mobil, dia mulai memanggil nama pig lady dan mulai mengejeknya. Kami semua sangat ngeri melihat kelakuan teman kami ini, dan kami segera pergi dari tempat itu. Ketika akhirnya kami berhenti dan menyadari betapa konyolnya ekspresi ketakutan dari kami masing masing, kemudian kami menyadari bahwa karena panik, kami telah meninggalkan jenn di jalan pig lady sendirian. Kami semua kembali merasakan panik yang amat sangat. Dan kemudian kami kembali untuk menjemputnya. Ketika kamikembali di tempat dimana sebelumnya jenn berada, kami tidak melihat tanda tanda keberadaan dirinya, hal ini membuat kami semua sangat khawatir.

Namun kami pikir pula bahwa dia mungkin sedang berusaha untuk membuat lelucon kepada kami, dan akhirnya kami memutuskan pula untuk turun dari mobil. Temanku, shanon mendengar ada suara tangisan dari seseorang berasal dari semak tidak jauh dari kami berada. Dan kemudian john, menemukan jenn tergeletak di baliknya, kami segera memapahnya menuju mobil, meninggalkan area tersebut. Didalam mobil, kami semua terdiam, setelah meninggalkan area pig lady tersebut, jenn tidak berhenti menangis ternyata. Aku berpaling untuk menenangkana dirinya, dan saat itulah aku menyadari bahwa disekujur tubuh jenn, dikaki, paha, lengan, wajahnya... penuh dengan bekas luka cakaran”

Misteri Lagu Nina Bobo

Misteri Lagu Nina Bobo

At 10:00:00 p.m. 0
Sebuah lagu yang berjudul Nina bobo yang pastinya anda tidak asing lagi dengan lagu tersebut, Yang mana lagu tersebut sering di lantunkan oleh ibu-ibu untuk menina bobokan buah hatinya, isi yang terkandung dalam lagu Nina bobo juga tidak ada tanda-tanda keganjilan, juga tidak tersirat aura mistis.
Namun tahukah kamu ada apa di balik lagu Nina bobo ini? dan bagaimana asal muasal lagu ini mari akuti kisah tragis yang sangat memilukan ini.


Pada zaman dahulu kala, ada seorang gadis belia bernama ‘Nina Van Mijk’ berasal negara balanda. di ketahui Gadis itu merupakan keturunan dari keluarga komposer musik klasik yang tinggal di satu wilayah nusantara, di tempat yang baru, keluarga itu memulai untuk hidup baru, di karenakan terlalu banyak pesaing musisi de negaranya, untuk itu mereka sengaja pindah.
Dalam kehidupan yang baru gadis balia bernama ‘Nina Van Mijk’ ini sehat-sehat saja layaknya orang-orang Belanda di Nusantara lainnya, bermain dan silaturahmi ke tempat-tempat perumahan warga pribumi untuk sekedar adaptasi, guna untuk penyesuaian diri, selain itu juga belajar mengenal tentang budaya adat istiadat pribumi, seperti pepatah mengatakan Jika di kandang kambing maka ikutlah bersuara sepeti kambing,

Begitu menyenangkan dalam kehidupan baru di tempat yang baru pula, Akan tetapi ada sesuatu yang aneh datang, keanehan yang sulit di terima, keanehan yang tak terduga sebelumnya,
Berawal saat malam hari yang gelap, tak ada tanda-tanda mau hujan, bahkan mendungpun tak ada, namun terjadi sambaran petir menggelegar di sana-sini, dengan kilatan-kilatan maut petir-petir itu saling sambung-menyambung, bagaikan monster raksasa ganas tengah mengamuk, sungguh suasana malam mencekam.

Saat itu juga tiba-tiba gadis Nina Van Mijk menjerit histeris di dalam kamarnya, juga diikuti suara sebuah pot bunga yang jatuh lalu pecah, Ada sesuatu yang datang,
Ayah dan ibu Nina Van Mijk terkejut dan serta merta berburu ke kamar putrinya, Namun Pintu kamar Nina Van Mijk dalam kondisi terkunci, dan pintu berhasil di dobrak oleh sang ayah.
Begitu berhasil masuk sang ibu memburu putrinya hendak memeluk namun mendadak terkejut bukan main juga sang ayah hingga terpaksa mundur lagi beberapa langkah, betapa tidak, ke dua orang tua ini mendapati putrinya dalam kondisi kayang bergerak mundur dengan tak henti-hentinya menjerit histeris bahkan terkadang mengumpat dengan bahasa aslinya, rambutnya yang pirang dna lurus itu kini mendadak kusut tak beraturan, tatapan matanya yang hitam legam membuat ke dua orang tuanya semakin ketakutan dan cemas,
“Kau Bukan Nina! Kau adalah roh jahat bersemayam dalam tubuh putriku! Pergi..! pergi…!!!!” teriak ibu nina histeris
Akibat peristiwa mengerikan itu kondisi nina semakin mengawatirkan sehingga ayah Nina memutuskan untuk memasung putrinya di kamarnya, hingga sampai menemukan jalan keluar guna memulihkan anak semata wayangnya.

Manum semakin hari kondisi nina bukannya membaik justru kian memburuk, tubuh nina makin kurus dan wajahnya pucat pasi, dan tiap malam nina selalu menjerit-jerit histeris, peristiwa memilukan yang tak kunjung berakhir ini tak ada lagi yang bisa di lakukan oleh ke dua orang tua nina, sang ibu hanya bisa menangis tak tega dengan nasib yang menimpa putrinya.
Hingga kondisi benar-benar tak terkendali, ayah nina merasa stress dengan apa yang di alami putrinya, hingga akhirnya ayah nina putus asa kemudian ia pulnag ke negeri belanda, pulnag ke tanah tumpah darahnya.

termasuk seorang pembantu yang juga tak tahan menanggung pilu juga memutuskan untuk pulang, dan tinggalah sang itu dan nina di rumah yang kian tak terawat itu, hingga rumah itu terlihat seram dan menakutkan bagi yang kebetulan lewat.
Pada suatu malam terjadi lagi sebuah badai petir menyambar-nyambar seperti saat awal peristiwa mengerikan itu terjadi, tapi kali ini Nina tak lagi menjerit-jerit seperti biasanya, bahkan di kamar nina terlihat tenang dan hening.

Melihat kondisi Nina tak lagi menjerit-jerit hati sang ibu sedikit lega namun tetap merasa cemas, Ibu nina merasa bahwa putrinya sudah sembuh, lalu mencioba mengintip putrinya dari celah pintu kamar anaknya, setelah didapati sang putrinya ternyata tengah duduk tenang di atas tempat tidurnya, namun beberapa saat nina menangis, dan saat itu juga Ibu nina masuk ke kamar putrinya dan memeluknya erat, pelukan sang ibu yang penuh kasih sayang, penuh keharuan dan kepiluan.
Kini hati Ibu nina sedikit terasa bahagia, merasa bahwa anaknya telah sembuh, namun di sisi lain juga cemas akan putrinya apakah ia telah pergi, lalu dengan tak sabar ibu nina melepaskan ikatan pasung anaknya, lalu kembali memeluk anaknya tercinta.
Nina yang masih menangis dalam pelukan ibunya itu tiba-tiba berkata.
“Bu.. Nina takut….” kata nina lirih
“jangan Takut sayang, Ibu ada bersamamu, Kamu tidak perlu takut lagi, Sekarang kita makan bareng ya..”
“Nina tidak lapar bu, Bu Nina mau sesuatu?”
“Apa itu sayang katakan pada Ibu”
“Nina ngantuk banget bu, Nina akan tidur pulas, Bila ibu mau Menyanyikan Lagu pengantar tidur untuk Nina?”
Ibu nina tedian sesaat ia masih ragu apakah ini nyata bahawa putrinya benar-benar sembuh, kemudian menjawab,
“Baiklah sayang, ibu akan nyanyikan lagu pengantar tidurmu.”
Kini nina sudah baring dengan kepala di pangkuan sang ibu, seraya sang ibu melantukan sebuah lagu
Ni….na Bobo……, Oh… Nina… bobo…… Kalau tidak Bobo di gigit Nyamuk….
Sesaat kemudian Nina putri malang itu telah terlelap dalam tidurnya, wajahnya yang pucat pasi kini telah kembali tampak segar, Bahkan saking terlelapnya Nina tak lagi bergerak, nafasnya tak terlihat lagi, detak nadinya tak lagi jalan, darahnya berhenti mengalir,
Nina malang berar-benar tertidur lelap untuk selamanya, di iringi lagu pengantar tidur karya sang ibu usai berjuang melawan pederitaan dala waktu yang lama,
Nah menurut Mitos yang beredar, Dengan peristiwa di atas, bagi anda yang punya anak kecil, mungkin anda pernah menina bobokan buah hati anda di kamar, ketika sang buah hati telah terlelap kemudian anda tinggal keluar meninggalkan buat hati anda terlelap, nah saat itu Nina datang dan membuat anak anda akan tetap pulas hingga pagi hari, tapi ini hanya mitos bisa di percaya juga bisa tidak.

Te-no-me (Pale Man)

Te-no-me (Pale Man)

At 9:00:00 p.m. 0










Te-no-me atau Manusia Pucat penghuni Labirin dan di selokan.
Sebuah legenda Jepang kuno menceritakan,
Tenome adalah seorang yang buta yang mati dipukuli dan dibantai oleh seorang perampok. Setelah kematianya ia kembali sebagai hantu, tapi keinginannya untuk membalas dendam begitu
besar. Dengan matanya yang buta, sebagai gantinya
ia menumbuhkan mata baru di telapak tangannya. Tenome menjelajahi melalui kota-kota dan desa-
desa untuk mencari perampok yang telah membunuh dia. Dia melihat korbannya
dengan melambaikan tangan di depan.Tetapi Tenome tidak pernah
melihat wajah orang yang telah membunuhnya,
dia akan membunuh siapapun yang dia dapatkan ditangannya.
Meskipun ia memiliki mata di tangannya, itu hanya sebagai kiasan “Dibutakan oleh
kemarahannya”.
 
 Dia membunuh hanya untuk memuaskan amarahnya. Tak peduli siapapun korban yang ditemuinya. Di jepang, dia sering terlihat di dalam
gorong2 selokan atau pun di labirin. Dahulu kala ada seorang pekerja pembesih gorong2 selokan yang sedang menunaikan pekerjaannya, dia melihat Tanome yang terlihat seperti pria tua dan bermata buta.Pria itu berjalan perlahan- lahan dan terjatuh. Pekerja itu mencoba membantu membangunkannya dan ingin menanyakan apa yang dilakukannya pria tua itu di selokan. Saat pekerja itu mengulurkan tangannya, terlihat sebuah mata yang besar di telapak tangan itu. Dengan reflek sang pekerja itu memukul tangannya dengan sebuah sekop.Mungkin
merasa korban memberi perlawanan, Tanome pun menghilang. Dan tak terlihat lagi (apa mungkin tanome udah puas atas kemarahannya?)
Hingga saat ini, tidak banyak orang yang pernah melihat nya. Tapi juga terdapat beberapa orang yang melihat Tanome sekelebat bayangan.

Src : mistikreunionwebid

Squidward Suicide (Spongebob Lost Episode)

Squidward Suicide (Spongebob Lost Episode)

At 11:56:00 a.m. 0


Saya rasa kalian semua cukup sering mendengar dari lost episode of spongebob bukan? Sebagai catatan saja video yang muncul di youtube kemungkinan sangat besar bukan merupakan video aslinya. Berikut saya posting mengenai episode tersebut, berdasarkan cerita aslinya, namun perlu saya ingatkan lagi disini bahwa konten yang ada disini mengandung unsur gore dan disturbing yang kuat… kebijakan kalian untuk membacanya sangat diperlukan :


Squidward’s suicide (spongebob lost episode)

Retold and translated by –jason-


Aku akan memulai ini semua dengan mengatakan jika kalian menginginkan sebuah jawaban di akhir cerita, bersiaplah untuk kecewa, sebab tidak ada hal semacam itu dalam postingan ini.
Aku saat itu sedang berada di studio nickelodeon sebagai pegawai magang pada tahun 2005, sebagai syarat untuk gelar dalam bidang animasi yang kugeluti. Tentu saja aku tidak mendapatkan bayaran, namun yang kudapatkan adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga tentunya. Untuk orang dewasa kurasa semua hal ini bukan sesuatu yang besar, tapi bagi kebanyakan anak anak semua ini seperti mimpi yang jadi kenyataan.

Karena aku bekerja langsung dengan para editor dan animator, aku harus melihat untuk mengecek setiap episode terbaru sebelum mereka ditayangkan. Aku mendapatkan kesempatan dan hak tersebut tanpa harus mengikuti berbagai prosedur yang rumit. Mereka hendak membuat sebuah film spongebob dan para staff entah kenapa kurasa kehabisan ide dan kreativitas sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai sesi ini. Namun ternyata penundaan ini berlangsung lebih lama karena beberapa alasan. Ada sebuah masalah dengan penayangan pada seri 4 sehingga membuat semua orang harus mulai dari awal lagi.

Aku dan dua pegawai magang lainnya sedang berada di ruang editing bersama dengan pimpinan editor dan sound editor untuk melakukan pengecekan akhir. Kami menerima sebuah kopian yang seharusnya berjudul “fear of krabby patty” dan kami semua berkumpul bersama untuk menontonnya. Karena semua ini masih belum dalam tahap final, terkadang animator memang seringkali membuat judul judul aneh sekedar untuk mengerjai atau bercanda dengan kami, dengan menggunakan judul palsu dan bahkan seringkali terdengar agak cabul seperti “how sex doesn’t work” dalam judul asli “rock-a-bye-biv
alve” ketika spongebob dan patrick mengadopsi seekor kerang laut. Tidak begitu lucu sebenarnya namun tidak dipungkiri cukup membuat geli juga. Maka ketika kami melihat judul “squidward’s suicide” kami menganggapnya sebagai guyonan sama yang seringkali mereka lakukan.

Salah satu pegawai magang tampak menahan tawa melihat judul ini. Musik khas spongebob dalam awal film muncul seperti biasa, riang dan lucu. Cerita dimulai dengan squidward yang sedang berlatih klarinet, memainkan nada nada sumbang seperti biasanya. Kami kemudian mendengar spongebob tertawa di luar dan squidward berhenti memainkan klarinetnya, dia berteriak pada mereka agar tidak ribut sebab dia akan menghadapi sebuah konser malam itu dan harus berlatih. Spongebob berkata bahwa dia menuruti perkataan squidward dan pergi kerumah sandy bersama patrick. Gelembung kemudian muncul sebagai tanda bergantinya scene film seperti yang biasa kita lihat dalam episode spongebob lainnya dan kemudian membawa kita pada konser squidward. Dan saat inilah semua hal aneh mulai terjadi.

Ketika film berjalan, beberapa frame dengan sendirinya berulang, namun tidak dengan suara (dalam titik ini suara bersinkronasi dengan animasi, jadi tentu saja hal ini sungguh tidak biasa) namun ketika dia berhenti bermain,suara juga ikut berhenti seperti bahwa tidak ada pengulangan atau loncatan yang terjadi. Terdengar suara gumaman dari keramaian sebelum para penonton yang menghadiri konser squidward mulai mengejeknya. Sungguh bukan merupakan kartun dalam spongebob melihat ejekan seperti ini, namun kalian dapat menyadari dengan jelas bahwa nada dalam suara ejekan tersebut sungguh sungguh terdengar amat jahat. Squidward kemudian nampak memenuhi frame dan tampak begitu ketakutan. Kemudian fokus beralih kepada para penonton dengan spongebob berada di tengah tengah mereka, dia terlihat ikut mengejek squidward dengan jahat pula. Sangat tidak seperti dia. Namun hal ini bukan merupakan hal yang paling aneh. Yang nampak aneh lagi adalah bahwa semua yang ada nampak memiliki mata yang amat nyata. Sangat detil. Memang tidak begitu mirip dengan bentuk mata manusia asli, namun sesuatu yang nampak lebih nyata daripada gambar yang dihasilkan dari animasi komputer. Pupil mereka nampak merah. Kami semua saling berpandangan dan jelas jelas merasa sangat bingung dengan semua ini. Namun karena kami bukanlah penulisnya, kami belum bisa memutuskan apakah semua ini layak untuk ditonton atau tidak.

Adegan selanjutnya memperlihatkan squidwar duduk ditepi ranjangnya, terlihat sangat sedih. Pemandangan menunjukan saat itu masih malamdari jendela kamarnya, maka kemudian kupikir saat itu tidak lama setelah konsernya berakhir. Namun hal yang tidak cocok kupikir adalah bahwa pada saat ini tidak ada suara sedikitpun. Benar benar tidak ada suara, bahkan tidak ada suara yang muncul dari speaker di ruangan kami. Nampak seperti speaker telah dimatikan, padahal status dari speaker yang kami lihat, mereka dalam keadaan aktif. Squidward kemudian meletakan tentakelnya di kedua matanya dan menagis sedih selama beberapa manit, dan kemudian suara dari latar muncul perlahan dari hening menjadi sedikit bersuara dan semakin bertambah. Suara tersebut terdengar seperti suara angin yang berada di hutan yang dingin.

Dengan perlahan kemudian layar perlahan lahan menzoom wajahnya. Perlahan maksudku adalah kalian akan menyadarinya jika kalian melihat frame selama sepuluh detik ini secara terpisah. Suara isaknya terdengar semakin keras, dipenuhi dengan rasa sakit hati dan kemarahan. Layar kemudian nampak berkedut sedikit selama beberapa detik dan kemudian kembali normal. Suara hembusan angin terdengar perlahan semakin keras dan bertambah semakin nyaring, terdengar seperti sebuah badai yang terjadi disuatu tempat malahan. Hal yang cukup membuat merinding adalah bahwa suara ini, dan suara tangisan squidward, terdengar amat nyata, seperti bahwa suara tersebut tidak berasal dari speaker namun terrasa bahwa suara tersebut berasal dari tempat lain. Suara ini sungguh merupakan suara terbaik yang pernah ada di studio ini, namun kupikir mereka tidak memiliki peralatan untuk menghasilkan efek suara sesempurna itu.

Diantara suara angin dan isak tangis, terdengar suara samar lain, sesuatu yang terdengar seperti suara tawa. Suara ini terdengar dalam interval aneh dan tidak lebih dari satu detik, maka kalian harus benar benar jeli untuk bisa menyadarinya (kami melihat episode ini sebanyak dua kali, maka aku minta maaf jika semua kujelaskan dengan terlalu spesifik) setelah 30 detik dari semua ini, kemudian layar tampak terblurr dan berkedut kedut dengan hebatnya, dan sesuatu nampak berkelebat di layar, seperti ada sebuah frame yang digantikan atau dipotong.

Pimpinan animator menghentikannya sejenak dan memutar ulang frame demi frame. Apa yang kami lihat sungguh sangat mengerikan. Itu adalah sebuah foto dari seorang anak kecil yang telah mati. Anak ini kupikir tidak lebih dari usia 6 tahun. Wajahnya nampak hancur dan penuh dengan darah, salah satu matanya teruntai keluar dari lubang matanya. Dia hanya menggunakan sebuah baju dalam, perutnya terbelah dan isinya berserakan disampingnya. Dia tergeletak diatas paving, kemungkinan diatas jalan.

Hal yang paling mengerikan lagi adalah nampak bayangan dari si pemotret. Tidak ada rekaman kejahatan, tidak ada bukti atau petunjuk, dan sudut tersebut merupakan sudut mati yang nampaknya telah diatur sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan untuk dijadikan bukti. Nampaknya fotografer inilah yang bertanggung jawab atas kematian anak ini. Kami tentu saja merasa ngeri melihat hal ini, namun kemudian kami menekan tombol on kembali, berharap semua ini hanyalah lelucon gila saja.
Layar kemudian kembali menampilkan squidward, masih tetap menangis, lebih keras dari sebelumnya, dan menampilkannya setengah badan saja. Saat inilah nampak sesuatu yang sepertinya darah mengalir dari matanya. Darah ini juga digambarkan dalam bentuk gambaran yang mendekati bentuk relistik dari darah sesungguhnya, serasa jika kalian menyentuhnya maka jari kalian akan terpercik darah saja. Suara angin kini terdengar seperti sebuah bada yang sedang menerjang, bahkan terdengar pula ranting yang patah. Suara tawa dalam nada bariton yang dalam, kini muncul dalam interval yang lebih lama dan muncul semakin sering. Setelah sekitar 20 detik, muncul kembali sebuah kelebatan kembali menunjukan sebuah frame foto tunggal.

Editor merasa enggan untuk memutarnya kembali, begitu juga dengan semua, namun dia tahu bahwa dia harus memeriksanya. Kali ini foto yang muncul adalah foto dari seorang gadis kecil, tidak lebih tua dari anak yang pertama. Dia tertelungkup, dan penjepit rambutnya berada disampingnya tergenang oleh darah. Mata kirinya keluar teruntai dari rongga matanya, dia telanjang kecuali celana dalamnya. Isi perutnya menumpuk dipunggungnya bersama luka irisan memanjang di punggungnya. Dan lagi, mayatnya berda dijalanan dan bayangan si pemotert nampak, sangat mirip dalam hal ukuran dan bentuk dari foto pertama. Aku merasa angat mual, dan menahan muntahku, dan salah satu pekerja magang, satu satunya wanita di ruangan itu berlari keluar. Kemudian kami memutuskan untuk melanjutkan melihat sisa episode tersebut.

Sekitar 5 detik setelah foto kedua muncul, squidward terdiam, begitu juga dengan semua suara, sepertinya saat inilah scene dimulai. Dia menurunkan tentakel dari matanya yang kini nampak dalam bentuk hiper realistik seperti yang lain dalam permulaan episode. Matanya nampak berdarah, dipenuhi dengan darah, dan terlihat berdenyut. Dia hanya menatap layar, seperti sedang menatap para penonton. Setelah sekitar 10 detik kemudian dia mulai menangis kembali, namun kali ini dia tidak menutupi matanya. Suaranya sangat keras dan begitu memilukan, dan yang membuat ngeri lagi adalah bahwa suara isakannya kali ini bercampur dengan suara teriakan.

Air mata dan darah bercampur dan menetes dari kedua matanya dengan deras. Suara angin muncul kembali, begitu juga dengan suara tawa berat dan kali ini muncul 5 foto kembali.

Animator berhasil menghentikannya pada saat foto keempat dan mulai memutar ulang. Kali ini foto tersebut adalah seorang bocah laki laki kecil, dengan umur serupa, namun kali ini scene yang ada sangat berbeda. Isi perutnya ditarik keluar dari perut oleh sebuah tangan besar, bola mata kanannya keluar dan teruntai, darah nampak mengalir darinya. Animator kemudian melanjutkannya, sungguh sangat sukar dipercaya dia mampu melakukannya. Foto Selanjutnya berbeda namun kami tidak bisa mengatakannya seperti apa. Dia melanjutkan pada foto selanjutnya, masih sama. Dia kemudian kembali dari awal dan memutar mereka lebih cepat dan melihat dan menyadari apa yang kulihat aku tidak mampu menahan mualku, aku muntah di tempat, editor gambar dan suara tercekat melihat tampilan dilayar. 5 frame tersebut tidak tampak sebagai 5 foto yang berbeda! Semua itu nampaknya dipasang dalam frame sebagai sebuah frame video!. Kami melihat tangan tersebut mulai tertarik dan terangkat, kami melihat mata anak tersebut terfokus padanya, kami bahkan melihat dalam dua frame, mata anak tersebut berkedip.

Pimpinan editor suara menyuruh kami untuk segera berhenti, dia harus memanggi kreator untuk melihat hal ini. Mr hillenburg tiba sekitar 15 menit kemudian. Dia merasa bingung kenapa dia dipanggil, maka editor melanjutkan episode tersebut. Ketika frame dimuali kembali semua yang ada berteriak, semua suara kembali berhenti. Squidward nampak hanya menatap pemirsa, seluruh layar penuh akan wajahnya,sekitar 3 detik berikutnya. Adegan kemudian dengan cepat berganti dan sebuah suara beratterdengar “LAKUKANLAH” dan kemudian kami melihat ditangan squidward terdapat sebuah shotgun. Dia dengan cepat meletakan shotgun kedalam mulutnya dan menarik pelatuknya. Darah yang terlihat nyata dan serpihan otak muncrat membasahi dinding dibelakangnya, juga di kasur. Squidward kemudian nampak jatuh karena tembakan ini. Sisa 5 detik dari episode ini menunjukan tubuhnya di ranjang, disampingnya, satu bola matanya tergeletak diatas sisa sisa kepalanya diatas lantai. Kemudian episode ini berakhir.

Mr hillenburg tentu saja marah melihat hal ini. Dia bertanya meminta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi. Kebanyakan orang meninggalkan ruangan pada saat ini, maka tidak ada pilihan lain bagi kami untuk menyaksikannya lagi. Melihatnya dua kali sungguh membuatku merasa sangat ngeri dan selalu membuatku mengalami mimpi buruk setelahnya.

Satu satunya teori yang bisa kami pikirkan adalah bahwa file telah diedit oleh seseorang yang berasal dari tim penggambar di studio ini. Pihak CTO kemudian dipanggil untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan semua tu. Hasil analisa menunjukan bahwa file tersebut memang telah diedit dengan materi dan konten yang baru. Namun timestamps (waktu yang dicatat komputer mengenai sebuah event) yang ada ternyata menunjukan bahwa itu semua hanya sekitar 24 detik sebelum kami mulai menontonnya. Semua peralatan yang terlibat diperiksa untuk mengetahui apakah ada software ataupun hardware yang mengalami kerusakan, sehingga kemungkinan timestamp yang ada menunjukan waktu yang salah, namun ketika dicek semuanya tidak ada masalah. Kami tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sampai saat ini, begitu juga dengan yang lainnya.

Investigasi kemudian dilakukan untuk menyelidiki foto foto tersebut, namun tidak ada hasil dari itu semua. Tidak ada foto anak anak yang berhasil diidentifikasi dan tidak ada petunjuk yang cukup untuk dikumpulkan berdasarkan data yang ada maupun berdasarkan petunjuk fisik dari foto. Aku tidak pernah mempercayai fenomena tak terjelaskan sebelumnya, namun sekarang setelah aku mengalaminya sendiri dan ternyata tidak bisa membuktikan apapun, aku berpikir dua kali akan sikapku ini.

Lawu dan Brawijaya

Lawu dan Brawijaya

At 9:24:00 a.m. 1






Kali ini admin mengangkat cerita rakyat tentang pantangan mendaki gunung lawu bagi orang cepu. Dan beberapa kejadian misterius yang terjadi disana Here we go…

Gunung Lawu adalah gunung yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar terutama penduduk yang tinggal di kaki gunung. Tidak heran bila pada bulan-bulan tertenu seperti bulan Syuro penanggalan Jawa, gunung ini ramai didatangi oleh para peziarah terutama yang datang dari daerah sekitar kaki Gunung Lawu seperti daerah Tawamangun, Karanganyar, Semarang, Madiun, Nganjuk, dan sebagainya.

Mereka sengaja datang dari jauh dengan maksud terutama meminta keselamatan dan serta kesejahteraan hidup di dunia. Lokasi yang dikunjungi para peziarah terutama tempat yang dianggap keramat seperti petilasan Raden Brawijaya yang dikenal oleh mereka dengan sebutan Sunan Lawu. Selain itu Sendang Derajat, Telaga Kuning, dsb.

Peninggalan-pen

inggalan besejarah itu menjadi salah satu saksi sejarah bahwa bangsa kita sejak dahulu berbudaya tinggi oleh karenanya patut dilestarikan karena memberi nilai lebih pada gunung ini. Di puncak Gunung Lawu ini, menurut cerita yang berkembang di masyarakat yang tinggal di kaki, bahwa Raden Brawijaya lari ke Gunung lawu untuk menghindari kejaran pasukan Demak yang dipimpin oleh putranya yang bernama Raden Patah, serta dari kejaran pasukan Adipati Cepu yang menaruh dendam lama kepada Raden Brawijaya.

Konon Raden Brawijaya meninggal di puncak Gunung Lawu ini dibuktikan dengan adanya Cengkup serta petilasan-petilasannya di puncak Gunung Hargo Dalem dengan ketinggian

Menurut kisah, setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, muncul kerajaan Islam yang berkembang cukup pesat yaitu Kerajaan Demak yang dipimpin oleh seorang raja bernama Raden Patah, masih merupakan putra Raden Brawijaya.
Beliau menjadikan Kerajaan Demak menjadi kerajaan besar di Jawa. Pada saat itu Raden Patah bermaksud mengajak ayahnya yaitu Raden Brawijaya memeluk agama Islam, akan tetapi Raden Brawijaya menolak ajakan anaknya untuk memeluk ajaran yang dianut Raden Patah.

Raden Brawijaya tidak ingin berperang dengan anaknya sendiri dan kemudian Raden Brawijaya melarikan diri. Penolakan ayahnya untuk memeluk agama Islam membuat Raden Brawijaya terus dikejar-kejar oleh pasukan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah.

Untuk menghindari kejaran pasukan Demak, Raden Brawijaya melarikan diri ke daerah Karanganyar. Disini Raden Brawijaya sempat mendirikan sebuah candi yang diberi nama Candi Sukuh yang terletak di Dusun Sukuh Desa Berjo Karanganyar. Tetapi belum juga merampungkan candinya, Raden Brawijaya keburu ketahuan oleh pasukan Demak, pasukan Demak dan pengikut-pengikut Raden Patah terus mengejarnya sehingga Raden Brawijaya harus meninggalkan Karanganyar dan meninggalkan sebuah candi yang belum rampung.

emudian Raden Brawijaya melarikan diri menuju kearah timur dari Candi Sukuh. Di tempat persembunyiannya, Raden Brawijaya sempat pula mcndirikan sebuah Candi, tetapi sayang tempat persembunyian Raden Brawijaya akhirnya diketahui oleh Pasukan Demak.

Raden Brawijaya melarikan diri lagi dengan meninggalkan sebuah candi yang sampai sekarang dikenal masyarakat dengan sebutan Candi Ceto. karena merasa dirinya telah aman dari kejaran Pasukan Demak, Raden Brawijaya sejenak beristirahat akan tetapi malapetaka selanjutnya datang lagi kali ini pengejaran bukan dilakukan oleh Pasukan Demak tetapi dilakukan oleh pasukan Cepu yang mendengar bahwa Raden Brawijaya yang merupakan Raja Majapahit bermusuhan dengan kerajaan Cepu masuk wilayahnya sehingga dendam lama pun timbul.
Pasukan Cepu yang dipimpin oleh Adipati Cepu bermaksud menangkap Raden Brawijaya hidup atau mati. Kali ini Raden Brawijaya lari ke arah puncak Gunung Lawu menghindari kejaran Pasukan Cepu tapi tak satu pun dari pasukan Cepu yang berhasil menangkap Raden Brawijava yang lari ke arah puncak Gunung Lawu melalui hutan belantara.

Didalam persembunyian di Puncak Gunung Lawu, Raden Brawijaya merasa kesal dengan ulah Pasukan Cepu lalu ia mengeluarkan sumpatan kepada Adipati Cepu yang konon isinya jika ada orang-orang dari daerah Cepu atau dari keturunan langsung Adipati Cepu naik ke Gunung Lawu, maka nasibnya akan celaka atau mati di Gunung Lawu.
Dan katanya bahwa sumpatan dari Raden Brawijaya ini sampai sekarang tuahnya masih diikuti oleh orang-orang dari daerah Cepu terutama keturunan Adipati Cepu yang ingin mendaki ke Gunung Lawu, mereka masih merasa takut jika melanggarnya.

Ada beberapa hal yang unik digunung lawu ini. Jika kita memulai pendakian dari jawa tengah maka kita akan melewati jurang pangarip arip. Pada rute ini kita harus tetap waspada dan tidak boleh melamun. Sebab jika kita melamun dan pikiran kosong tidak jarang terjadi kecelakaan dimana kita jatuh kedalam jurang yang lumayan tinggi ini. Dan konon ceritanya jiwa orang yang meninggal disana akan menjadi pengawal pribadi dari sang raden.

Kedua mengenai pos terakhir pendakian sebelum warung makan puncak lawu mbok yem (yep mungkin ini bias dikategorikan sebagai keajaiban dunia; warung makan di puncak gunung hehe..) di pos ini terdapat dua makam pendaki yang sebelumnya minta jika mereka meninggal minta untuk dimakamkan disana. Well… yang namanya makam, biarpun sebenarnya tidak ada apa apa tapi ya tetep serem saja… ditambah lagi beberapa kesaksian pendaki yang pernah mengalami kejadian ganjil disana… seperti ketika ada sekelompok pendaki sedang beristirahat disana tiba tiba saja terjadi angin rebut dan anehnya lagi angina rebut cumin terjadi di pos tempat berteduh mereka… sedangkan diluar cuaca terang benderang

Ketiga tentang cerita mengenai jalak lawu. Jika kalian mendaki ke puncak lawu, di puncak hargo dumilah kalian akan menjumpai banyak sekali burung jalak. Tapi jangan sampai kalian berani untuk membawanya pulang!!!! Ada cerita tentang pendaki yang nekat melanggar pantangan ini, pendaki tersebut terpikat akan keindahan jalak ini dan memutuskan untuk menangkapnya untuk dijadikan peliharaan. Begitu burung jalak tersebut dia kurung, maka keesokan harinya dia jatuh sakit. Teman temannya menengoknya karena selama satu minggu anak ini tidak masuk kuliah, dan salah satu teman yang menjenguknya merasa tertarik akan peliharaan barunya, teman tersebut memotret burung tersebut. Namun yang menggemparkan adalah ketika foto tersebut dicetak (dulu masih belum musim HAPE kamera, apalagi camdig, mahal banget hehe) ternyata yang muncul adalah gambar kepala manusia yang berada didalam sangkar!!

daerah watu gubug. Nah di daerah ini konon kabarnya tempat dimana terdapatnya hantu tanpa muka (dalam kisah eropa sosok ini terkenal sebagai slenderman). Barangsiapa yang tertinggal dari rombongan pendakian, konon ceritanya dia akan dibuntuti oleh hantu tanpa muka ini.

Demikian cerita tentang lawu dan brawijaya….. kita percaya atau tidak pilihan masing masing, tapi pesan admin tidak perlulah keimanan kita akan Tuhan yang esa sampai goyah….

Mommy, Can I Go Out and Kill Tonight?

Mommy, Can I Go Out and Kill Tonight?

At 9:13:00 a.m. 0




Cerita ini kabarnya merupakan kejadian nyata di Carolina utara. Walaupun belum bisa dipastikan kebenarannya namun tidak dipungkiri lagi bahwa cerita ini cukup terkenal. Sampai sampai ada pula lagu yang muncul berkaitan dengan cerita ini “Mommy, can I go out and kill tonight?” (mama bolehkah aku keluar dan membunuh malam ini?”)
Berikut kisahnya…

“oh terima kasih sudah cepat cepat datang” seorang perempuan berkata, begitu dia membuka pintu.
“sama sama bu, ini sudah pekerjaan saya, apa yang bias saya bantu?” aku menjawab sewajarnya sembari tersenyum
“ada masalah dengan saluran air di bak cuci baru baru ini. Saya sudah berusaha memperbaikinya namun tidak berhasil. Silahkan masuk, akan saya tunjukan tempatnya” dia melangkah masuk, dan mempersilahkank

u untuk mengikutinya. aku mengangguk dan tersenyum menyetujui, bersiap untuk melakukan perbaikan seperti biasanya. Dia membawaku menuju ruang tamu.
“putra saya sedang tidur, bisakah saya meminta untuk tidak erlalu gaduh?”
“ya tentu saja, akan saya usahakan sebaik mungkin” aku tidak sengaja melihat bahwa perempuan ini kehilangan dua buah jarinya. Tanpa maksud untuk bertindak kurang sopan maka aku tidak menanyakan hal tersebut.
“saya sangat menghargainya, mau minum? Soda dingin atau air mineral mungkin?” dia menawarkan
“oh terima kasih… saya rasa air mineral saja”
“saya akan segera kembali. Silahkan duduk” kemudian dia perlahan menuju ke dapur tanpa menoleh sedikitpun ke pintu masuk. Aku menyadari betapa lemah,kurus dan pucatnya ibu ini. Wanita malang ini aku rasa tidak akan selamat andaikata ada perampok ataupun pembunuh masuk kedalam rumahnya. Rumah ini begitu bagusnya, tidak heran kalau banyak orang yang akan tertarik tentunya.
Aku menoleh ke lorong dan mengambil napas dalam-dalam. Lalu aku merasakan aroma samar. Apa pun itu, baunya tidaklah sedap.meskipun aku tahu penghuni rumah ini menyamarkannya dengan menyemprotkan pengharum ruangan. Wanita ini tak lama berselang datang dengan membawa air. Ketika dia meletakannya di meja aku melihat bahwa lengannya tampak memar melingkar.

“apakah lengan anda terluka? Saya melihat….”
“saya baik baik saja” jawabnya cepat cepat dan berusaha menyembunyikan tangannya dibalik baju hangat yang ia pakai. “mari saya tunjukan dimana wasatfel yang tersumbat itu” ujarnya berusaha mengalihkan bahan pembicaraan. Kemudian kami berjalan melewati lorong, dan aku mendengar bunyi yang ganjil yang tampaknya muncul dari kamar pertama sebelah kiri. Sempat kulihat juga dua bayangan kaki di pintu.
“mama bolehkah aku memilikinya” suara kecil terdengar dari balik pintu. Wanita ini seperti terkesiap, berbalik dengan ekspresi tegang yang cepat cepat ditutupi dengan senyum yang dipaksakan.

“sayang, kembalilah ketempat tidur” jawabnya dingin yang sama sekali tidak cocok dengan ekspresi mukanya yang tersenyum.
“mama bolehkah aku memilikinya, aku janji akan bersikap manis kali ini” suara dibalik pintu terdengar kembali dalam nada seperti memohon.
“saya pikir anak ibu membutuhkan sesuatu” ujarku…
“dia akan mendapatkanya sebentar lagi” katanya padaku, kemudian dia berkata pada anaknya “sayang kamu akan mendapatkannya sebentar lagi, bersabarlah, ibu janji padamu sebentar lagi akan ibu berikan padamu” kemudian dia cepat cepat pergi dan aku mengikutinya dibelakang. Aku seperti merasakan firasat buruk, kemudian kudengar suara cakaran di pintu.
“anak anda “ tanyaku
“iya” jawabnya singkat…

aku mulai memperbaiki wastafel yang tersumbat tersebut… dan kami terlibat dalam diam yang canggung… tiba tiba dia berkata padaku…. “kurasa kamu sudah menikah bukan? Berapa anak yang kamu punya?” tanyanya lagi
aku tersenyum “saya mempunyai dua orang putra” jawabku
Dia cukup lama terdiam, sebelum tiba tiba berkata padaku…. “sebaiknya anda pergi sekarang juga,… pulanglah ke keluarga anda, luangkan waktu anda dan berbahagialah” dia tiba2 berkata padaku dengan suara dingin yang bergetar….

aku terkejut dan sebelum sempat menjawab dia mengeluarkan sebilah pisau daging yang besar dari balik baju hangat panjangnya!!!!!

“pergi sekarang juga!!!!” dia mulai berteriak….

tiba tiba kudengar lagi suara dari balik kamar… “mama… sekarang aku sudah boleh memilikinya?” suara ini entah kenapa tiba2 membuatku seperti mati kaku ditempat, lirih… tegas, dan ada nada mengancam yang menguasai disana!!!!

wanita ini tiba2 saja mulai mendorongku untuk segera keluar dari rumahnya, terkejut akan perubahan keadaan yang tiba tiba ini aku tidak menyadari kakiku berlari terbirit birit dengan sendirinya… saat sampai dilorong terdengar suara keras seperti orang sedang berusaha mendobrak pintu diselingi dengan suara suara cakaran yang cukup membuat mual karena ketegangan yang diciptakan dari situasi tersebut…

Aku terus berlari tanpa menoleh ke belakang lagi… dan begitu sampai di halaman tiba tiba…
“BLAAAAAAAAMMMMMM” kudengar pintu dibanting… saat ini aku penasaran mencoba mengendap endap apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah itu…. Tapi tiba tiba saja kudengar suara anak kecil, kali ini suaranya bukan seperti anak kecil lagi melainkan seperti seekor binatang yang berteriak menggeram!...

“AKU BENAR BENAR LAPAR SEKARANG BANG*AT!!!!!!”
aku benar benar tidak percaya bahwa anak itulah yang berkata seperti itu… tapi siapa lagi? Suara itu suara lain dan bukan merupakan suara si ibu… kemudian terdengar suara geraman disusul dengan jeritan dan barang barang yang pecah!!
aku benar benar terkejut dan kali ini langsung melompat ke mobil kerja dan langsung kabur dari tempat itu…. Aku benar benar tidak mampu berpikir apapun, tercekam dalam kengerian… sampai kusadari aku telah melewati beberapa blok dari rumah itu dan harus secepat mungkin menghubungi polisi.

………….

“Apa kau melihat berita di tv?”
“tentang apa?”
“seorang tukang ledeng menelepon polisi, dia baru saja melarikan diri dari sebuah rumah dimana dia mendapat panggilan perbaikan, rumahnya dekat dengan rumah kita”
“apanya yang menarik?”
"Biarkan aku menyelesaikan dulu! Jadi polisi tiba di sana dan hal pertama yang mereka lihat adalah tubuh termutilasi wanita di lantai ruang tamu. Dia seperti digigit dan tercabik cabik! Wajahnya nyaris tak bisa dikenali dan perutnya robek terbuka dengan jeroan hilang. Mereka meneliti rumah dan menemukan sebuah ruangan dengan mayat membusuk yang berada di kondisi yang sama seperti tubuh wanita itu.banyak diantara mereka adalah pekerja seperti tukang ledeng, listrik dan yang lainnya. Ada rantai terputus tepat di samping tumpukan mayat. "
“oh Tuhan, kita sedang makan sekarang!! Sungguh menjijikan! Itulah alasan kenapa aku tidak mau memelihara anjing”
"Oh tidak ada itu bukan anjing. Mereka memeriksa mayat wanita karena baru saja meninggal tidak lama sebelum mereka tiba rupanya. Dia memiliki bekas gigitan di tubuhnya.sebuah tanda gigitan dari manusia.gigitan itu cukup kecil. Terlalu kecil untuk disimpulkan sebagai gigitan orang dewasa. "
“maksudmu… oh… itu bukan apa yang kamu pikir bukan? Hal tersebut sungguh tidak mungkin!!!”
“mereka mengetahui kalau wanita tersebut mempunyai seorang putra, dan dia kini menghilang!!”